Masuk

Atlas Digital Geografi Spiritual

Para Wali

1113 catatan · Halaman 7/47

Dikenang di Jumadil Awal

Wali yang haul wafatnya jatuh pada bulan Hijriah ini (bersumber).

Wali

Ma Yuanzhang

Lahir sekitar 1850, ia adalah syekh terkemuka menhuan Jahriyah sekaligus keturunan langsung pendirinya, Ma Mingxin. Setelah penumpasan pemberontakan Muslim Gansu 1895, ia membangun kembali organisasi Jahriyah yang porak-poranda dan memindahkan markasnya ke Zhangjiachuan di Gansu timur; para pengikutnya menyebutnya 'Nabi Baru'. Ia wafat pada 16 Desember 1920 bersama putranya ketika sebuah masjid runtuh dalam gempa Haiyuan. Makamnya di Xuanhuagang dekat Zhangjiachuan adalah ziarah Jahriyah utama. (Sumber: en.wikipedia.org 'Ma Yuanzhang' & 'Ma Hualong'; J. Lipman, Familiar Strangers)

ZhangjiachuanWafat 1339 HLihat
Wali

Haji Cuma Hoca dari Mirmehmet

Seorang ulama dan pembimbing rohani yang dimakamkan di desa Mirmehmet di distrik Kovancılar, Elazığ, dikenal secara lokal karena keilmuan dan ketakwaannya (w. 1944). Ia mengabdikan diri pada pendidikan agama dan bimbingan masyarakat kawasan itu, dan sepeninggalnya makamnya di desa menjadi tempat ziarah. (Sumber: Abdulkadir Kıyak, 'Fenomena Ziarah di Elazığ dan Sekitarnya', disertasi doktoral, Universitas Erciyes 2010; inventaris makam Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Elazığ.)

ElazığWafat 1944Lihat
Wali

Syaikh Ahmed Dede (Ahmad at-Tawil)

Seorang tokoh yang makamnya berada di desa distrik Baskil (dahulu Şeyh Hasan, kini Tabanbükü) di Elazığ, dianggap sebagai pir 'ocak' (perapian) 'Şeyh Hasan/Şeyh Ahmed Dedeler' (Tavil) dalam tradisi Alevi-Bektashi. Identitasnya terdokumentasi secara arsip melalui catatan wakaf 'zawiyah Syaikh Ahmad at-Tawil' dalam register kadaster Malatya tahun 967 H/1560, yang menetapkannya sebagai dede ocak historis yang terverifikasi. Ketika desa Şeyh Hasan asli terendam waduk Bendungan Karakaya pada 1987, makam dan warisan terkait dipindahkan ke Tabanbükü. Dicatat dengan bahasa netral sesuai prinsip Aturan #9 tentang penghormatan setara terhadap semua mazhab dan tarekat. (Sumber: catatan wakaf register kadaster Malatya 967 H/1560; Abdulkadir Kıyak, disertasi doktoral, Universitas Erciyes 2010.)

ElazığLihat
Wali

Teslim Abdal (Teslim Sultan Abdal)

Seorang penyair (ozan) dan pir terkemuka dalam tradisi Alevi-Bektashi; makamnya berada di desa Şeyh Hasan (Tabanbükü) di distrik Baskil, Elazığ. Bersama sezamannya Sarı Kazak Abdal, ia dihitung sebagai salah satu penyair terpenting tradisi itu, meninggalkan jejak dalam sastra Alevi-Bektashi lewat syair nefes dan deyiş-nya. Menurut batu nisannya ia wafat pada 1135 H/1722. Makam itu bagian dari warisan yang dipindahkan ke Tabanbükü setelah desa asli terendam waduk Bendungan Karakaya, dan diziarahi secara intensif. Dicatat dengan bahasa netral sesuai prinsip Aturan #9 tentang penghormatan setara terhadap semua mazhab dan tarekat. (Sumber: 'Teslim Sultan Abdal', Kamus Nama Sastra Turki, Universitas Yesevi; Abdulkadir Kıyak, disertasi doktoral, Universitas Erciyes 2010.)

ElazığWafat 1135 HLihat
Wali

Syaikh Hüseyin Zeki Efendi

Seorang syaikh Naqsyabandi-Khalidi dari keluarga Sebtî di Palu (w. 1914), keturunan Syaikh Ali Septi dan termasuk yang melanjutkan bimbingan tasawuf dan kegiatan keilmuan di tekke Palu. Ia meneruskan tradisi Khalidi keluarganya dan mengemban bimbingan rohani masyarakat di kawasan itu. Ia wafat dan dimakamkan di Palu. (Sumber: Serdar Karabulut, Jurnal Akademiar 2018/4; Yüksel Arslantaş & Rüstem Kadri Septioğlu, Simposium Internasional Palu, Universitas Fırat.)

ElazığWafat 1914Lihat
Wali

Syaikh Hasan an-Naki Efendi

Seorang ulama Naqsyabandi-Khalidi, putra tengah Syaikh Ali Septi, yang menjabat pengajar dan mufti Palu (1843-1918). Ia memperoleh pendidikan madrasah awal di Madrasah İblaşiyye milik ayahnya, menjadi imam di Masjid Kasımiyye, dan diangkat sebagai mufti Palu pada 1888 hingga 1918; ia memadukan pengajaran dan bimbingan rohani di tekke dan madrasah Palu. Sebagai khalifah ayahnya ia melanjutkan tradisi keilmuan dan tasawuf keluarga Sebtî. Ia wafat dan dimakamkan di Palu. (Sumber: Muhammed Çetkin, 'Seorang Pengajar dan Mufti di Palu: Syaikh Hasan an-Naki', Universitas Bingöl; Serdar Karabulut, Jurnal Akademiar 2018/4.)

ElazığWafat 1918Lihat
Wali

Syaikh Mahmud Feyzi Efendi

Seorang syaikh Naqsyabandi-Khalidi dari keluarga Sebtî di Palu (w. 1894), keturunan Syaikh Ali Septi dan termasuk yang melanjutkan tradisi bimbingan rohani dan pengajaran di tekke Palu. Dibesarkan dalam garis keilmuan-tasawuf ayah dan keluarganya, ia turut menyebarkan tarekat Khalidi di kawasan itu. Ia wafat di Palu dan dimakamkan di pemakaman keluarga. (Sumber: Serdar Karabulut, Jurnal Akademiar 2018/4; Yüksel Arslantaş & Rüstem Kadri Septioğlu, Simposium Internasional Palu, Universitas Fırat.)

ElazığWafat 1894Lihat
Ulama

Syekh Hocenti (Khujandi)

Seorang ulama-syekh yang dimakamkan di kümbet (makam berkubah) sekitar 8 m di selatan Masjid Lâl (Laal) Paşa di Mut, mengambil namanya dari kota Khujand (Hocend) di Asia Tengah. Prasasti Arab pada batu nisannya menggambarkannya sebagai orang yang 'mengajarkan ilmu dan keutamaan,' dan wakaf zâviye Syekh Hocenti terdokumentasi di Mut. Tanggal wafatnya diperselisihkan: 726/1326 menurut prasasti, 766/1365 menurut Kültür Envanteri; namanya pun bervariasi (Musa/Osman) dalam sumber — ketidakpastian ini disampaikan secara transparan. (Sumber: Kaymakamlık Mut; mutilcemiz.net; Kültür Envanteri.)

MersinWafat 726 HLihat
Wali

Luqman al-Hakim

Maqam yang dinisbatkan kepada Luqman — yang namanya menjadi nama surah dalam Al-Qur'an (Surah Luqman) dan disebut 'diberi hikmah' — termasuk makam yang menempel pada bagian timur Masjid Agung Tarsus (Ulu Camii / Câmi-i Nûr). Tradisi Islam memperdebatkan apakah ia nabi atau orang saleh yang bijak; secara populer ia dianggap panutan para tabib. Makam ini berdampingan dengan maqam Syits dan Khalifah al-Ma'mun di sisi timur Masjid Agung. Keabsahan makam sebagai milik Luqman tidak pasti, sehingga berstatus maqam. (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Tarsus'; Kaymakamlık Tarsus; Wikipedia.)

MersinLihat
Ulama

Abu Ubaid al-Qasim bin Sallam

Seorang ulama besar Islam dan ahli bahasa yang terkenal dengan karya-karyanya dalam hadis, fikih, qiraat dan bahasa Arab (al-Amwāl, Gharīb al-hadīts). Ia diriwayatkan pernah menjadi kadi di Tarsus; ia wafat pada 224/838-839 di Mekah dan dimakamkan di sana. Di Tarsus terdapat makam (maqam) yang dinisbatkan kepadanya di pemakaman Masjid Küçük Minare; karena tempat pemakamannya yang sebenarnya adalah Mekah, ini disajikan sebagai maqam — kepastian makam diperselisihkan. (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Ebû Ubeyd'; evliyalar.net 'Tarsus'.)

MersinWafat 224 HLihat
Wali

Syekh Abdullah al-Mencek (Mencek Baba)

Seorang syekh yang juga dikenal sebagai İmam Kuşeyrîzâde, mendirikan zâviye di Tarsus untuk melayani darwis yang bermigrasi dari Turkistan ke Anatolia. Zâviye Mencek (Tekke Kecil), yang akta wakafnya disusun pada 11 Rajab 781 (23 Oktober 1379), selama berabad-abad menampung darwis, ghazi dan pedagang dari Samarkand, Bukhara, Balkh dan Khiva. Makamnya di samping zâviye berada di lingkungan Tekke, Tarsus, yang namanya diambil dari lodge ini; makamnya kemudian dipugar oleh syekh-syekh Naqsyabandi. (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Tarsus'; kajian akademik berbasis dokumen arsip Utsmaniyah.)

MersinWafat 781 HLihat
Para Nabi

Nabi Danyal (Daniel)

Maqam yang dinisbatkan kepada Daniel — dianggap nabi atau orang saleh dalam tradisi Ahli Kitab dan Islam — berada di Masjid Makam (Makām-ı Danyâl) di pusat Tarsus. Menurut tradisi, saat penaklukan Tarsus di masa Khalifah Umar ditemukan sesosok jenazah yang dari cincin stempelnya diyakini milik Daniel; kemudian masjid dibangun di atas lokasi itu. Penggalian 2006-2007 menyingkap ruang makam dalam di bawah tempat wudu masjid, dibuka untuk ziarah pada 2014. Keabsahan makam ini sebagai milik Daniel diperselisihkan — klaim serupa ada di Susa (Iran), Kirkuk dan Samarkand — sehingga disajikan sebagai 'maqam (kepastian makam diperselisihkan).' (Sumber: Kaymakamlık Tarsus; TDV İslâm Ansiklopedisi 'Tarsus'; Kültür Envanteri.)

MersinLihat
Para Nabi

Nabi Syits (Seth)

Maqam yang dinisbatkan kepada Syits (Seth) — dalam tradisi Islam putra Adam dan nabi yang diriwayatkan menerima suhuf — adalah salah satu dari tiga makam yang menempel pada bagian timur Masjid Agung Tarsus, di samping maqam Luqman dan Khalifah al-Ma'mun. Artikel TDV İslâm Ansiklopedisi tentang Tarsus menyebut makam Syits 'diyakini' berada di sini, sebuah keyakinan tradisional bukan kepastian sejarah; sehingga disajikan sebagai 'maqam (kepastian makam diperselisihkan).' (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Tarsus'; Wikipedia.)

MersinLihat
Wali

Sayyid Alaeddin Ali as-Samarqandi

Seorang sufi mufasir dan sayyid yang dididik di Samarkand, mendalami tafsir, fikih dan tasawuf, lalu bermigrasi ke Anatolia (wilayah Lârende/Karaman) pada abad ke-15. Ia menetap sementara di kota Zeyne (Sütlüce) di Gülnar, sibuk menggembala dan berdakwah; wafatnya umumnya disebut 862/1457 (sebagian sumber 860/1456). Makamnya berada di dalam türbe di Zeyne, bersama putranya Zeynel Âbidîn. Türbe berkubah tunggal bergaya masa Beylik ini dibangun pada 1529 oleh Karamanoğlu Kasım Bey. Karena makam juga diklaim untuk Çamlıdere/Ankara, hal ini disajikan netral; perlu dicatat pula entri TDV 'Semerkandî, Alâeddin' merujuk pada fakih lain abad ke-12 (Abu Bakr as-Samarqandi) dan tidak boleh disamakan. (Sumber: Kültür Portalı 'Zeyne Türbesi'; Dinas Kebudayaan & Pariwisata Mersin 'Gülnar'.)

MersinWafat 862 HLihat
Wali

Ali Baba dari Khurasan (Darwis Ali Dede)

Seorang darwis-wali berasal dari Khurasan yang diziarahi di Tarsus. Menurut sumber ia wafat pada 1082/1671 di Kreta; saat pertukaran penduduk 1924 tulang-belulangnya dibawa ke Tarsus dan dimakamkan kembali di türbenya di lingkungan Reşadiye. Karena itu makam ini merupakan makam pindahan (sekunder), dan hal ini disebutkan secara transparan. Makam tersebut masih berdiri dan diziarahi secara populer. (Sumber: F. Maden, isamveri.org — tekke dan makam Tarsus; artikel akademik DergiPark; evliyalar.net.)

MersinWafat 1082 HLihat
Wali

Nure Sufi (Nureddin Bey)

Seorang darwis-sufi tradisi Babai, dianggap leluhur dinasti Karaman. Menurut sumber TDV ia dikenang sebagai murid dalam lingkaran Baba İlyas; ia disebut wafat pada pertengahan abad ke-13 (sekitar 1256-1258), tanpa tahun Hijriah yang tercatat. Makamnya berada di Türbe Nûre Sûfî di dataran tinggi Değirmenlik dalam batas desa Yalnızcabağ di Mut, sekitar 55 km dari pusat distrik. Meski leluhur dinasti, ia dicatat sebagai evliya karena identitas religius-sufinya (kedarwisan Babai); kaitan politik ini disebutkan secara transparan. (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Karamanoğulları'; Kota Mut; Kültür Envanteri.)

MersinLihat
Sahabat

Miqdad bin Amr (Muğdat Dede)

Dikenal juga sebagai 'Miqdad bin al-Aswad,' salah satu sahabat paling awal memeluk Islam pada periode Mekah. Sumber mencatat ia wafat pada 33/653 di al-Jurf dekat Madinah dan dimakamkan di Pemakaman Baqi' di Madinah. Di halaman Masjid Hz. Mikdâd (Muğdat) (dibangun 1987-1992) di distrik Yenişehir Mersin terdapat maqam yang dinisbatkan kepadanya; meski penduduk setempat meyakini ia syahid di wilayah ini, makam sebenarnya berada di Madinah, sehingga disajikan secara transparan sebagai maqam simbolis — dimakamkan di kota lain. (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Mikdâd b. Amr'; Kaymakamlık Yenişehir Mersin; Ensiklopedia KÜRE.)

MersinWafat 33 HLihat
Wali

Felahoğlu Nureddin (Muhammed Nureddin)

Seorang panglima yang gugur sebagai syuhada saat penaklukan Tarsus dari tangan bangsa Armenia. Menurut tradisi ia syahid dalam penaklukan Tarsus pada 761/1359-60 saat berada dalam rombongan Seyfeddin Timur dari Khwarazm; makamnya berada di lokasi Demirkapı di kota itu. Makam berkubah di atasnya dibangun oleh Sultan Utsmaniyah Abdülhamid II pada 1903. Ia diziarahi secara populer sebagai wali ghazi-syuhada. (Sumber: evliyalar.net 'Tarsus'; evliyalarveturbeler.com.)

MersinWafat 761 HLihat
Ulama

Khalifah Abbasiyah al-Ma'mun

Putra Harun al-Rasyid dan khalifah Abbasiyah ketujuh, terkenal atas dukungannya terhadap ilmu dan gerakan penerjemahan (Bayt al-Hikmah). Dalam kampanyenya melawan Bizantium ia wafat pada 18 Rajab 218 (9 Agustus 833) di sebuah kemah dekat air Bedendûn (Pozantı). Sesuai tradisi merahasiakan makam para khalifah, jenazahnya diriwayatkan dibawa ke Tarsus dan dimakamkan di taman rumah gubernur, yang seiring waktu dirobohkan dan tercakup dalam perluasan Masjid Agung Tarsus; maqamnya kini di bagian timur masjid. Meski seorang penguasa politik, ia dicatat di sini sebagai ulama/tokoh sejarah karena peran sentralnya dalam sejarah keilmuan Islam. (Sumber: TDV İslâm Ansiklopedisi 'Me'mûn' dan 'Tarsus'.)

MersinWafat 218 HLihat
Wali

Sayyid Muhammad Qattal

Sebuah tempat ziarah di desa Kartaldere (dahulu 'Şeyhkatülan') di utara kota Gezin, distrik Maden, Elazığ, ditandai kompleks yang terdiri dari makam, wisma tamu, masjid, dan dapur. Menurut lempeng marmer di dinding makam ia termasuk keturunan Nabi, nasabnya disambungkan hingga Imam Husain; tradisi menyebutkan ia syahid dalam sebuah pertempuran pada masa penyebaran Islam di Anatolia dan dimakamkan di sini (nama lama desa berarti 'syaikh yang terbunuh'). Karena informasi tentang makam dan tanggal wafat bersandar pada tradisi lokal dan lempeng itu, ia dicatat secara transparan sebagai maqam yang kepastian makamnya diperselisihkan dan tidak dapat dipastikan oleh dokumen sejarah tepercaya. (Sumber: evliyalar.net; Elazığ Fırat Gazetesi; survei tempat ziarah Elazığ, arsip Harput Universitas Fırat.)

ElazığLihat
Wali

Arap Baba

Sebuah tempat ziarah di Harput yang termasyhur karena jasad tak membusuk yang disimpan dalam peti kaca di bagian bawah bangunan dua lantai (masjid di atas, makam di bawah). Menurut prasastinya bangunan itu didirikan oleh Yusuf b. Arabsyah pada 678 H/1279-80 M pada masa sultan Seljuk Ghiyath al-Din Kaykhusraw III; namun identitas orang dalam peti itu tidak dapat dipastikan oleh sumber sejarah tepercaya mana pun (legenda menyebutnya pejuang/komandan era Seljuk atau seorang wali). Alasan jasad itu tidak membusuk belum terpecahkan secara ilmiah. Karena identitas dan peran keagamaan penghuninya tidak terdokumentasi, tempat ini dicatat secara transparan sebagai ziarah 'yang identitasnya diperselisihkan', tanpa penisbatan pasti kepada wali atau ulama sahih. (Sumber: Kültür Envanteri; Kültür Portalı; arsip Harput Universitas Fırat.)

ElazığLihat
Wali

Fatih Ahmed Baba

Seorang sufi-pejuang setengah legendaris yang dikenang lewat makam dan masjidnya di situs Göllübağ, Harput; secara populer juga dikenal sebagai 'Fetamet/Fethi Ahmet'. Menurut tradisi ia lahir di Balkh, menempuh jalan tasawuf, dan ikut dalam pertempuran penaklukan Anatolia; menurut prasasti pada peti kayunya ia wafat pada 713 H/1313 (syahid saat perebutan kembali Harput). Evliya Çelebi dalam Seyahatname-nya menyebut tekkenya sebagai 'biara agung'. Rincian biografinya bersifat legendaris dan tidak ada entri TDV modern; namun makam itu adalah aset budaya terdaftar dan tanggal wafatnya terdokumentasi oleh prasasti peti. Makam ini terutama diziarahi oleh mereka yang mendambakan anak. (Sumber: harput.web.tr; Kültür Envanteri; artikel akademik Dergipark tentang makam Fatih Ahmet Baba.)

ElazığWafat 713 HLihat
Wali

Sayyid Mansur Baba

Sebuah tempat ziarah di Harput yang ditandai oleh makam dua lantai berdenah segi delapan di kawasan Cami-i Kebir (barat laut Masjid Sara Hatun). Menurut tradisi Mansur Baba adalah putra Arslan Baba, guru Ahmad Yasawi, dan atas wasiat ayahnya dibesarkan dalam asuhan Ahmad Yasawi sebelum datang ke Anatolia bersama suku-suku Turkmen. Karena 'zawiyah Mansur Baba' tercatat sebagai wakaf dalam register kadaster abad ke-16 (1518, 1523, 1566), bangunan itu terbukti sebagai zawiyah/ziarah bersejarah; namun identitas dan tanggal wafat sang tokoh bersandar pada tradisi, dan sebagian kenotaf di lantai bawah juga diduga milik dinasti Artukid. Karena itu dicatat secara transparan sebagai identitas/kepastian makam yang diperselisihkan. (Sumber: Kültür Portalı; harput.web.tr; register kadaster Harput abad ke-16.)

ElazığLihat
Wali

Sayyid Mahmud Samini

Seorang syaikh Naqsyabandi-Khalidi yang dibesarkan di Palu (1812-1896); ia berkhidmat kepada Syaikh Ali Septi selama tiga belas tahun, mencapai maqam rohani tinggi, dan menjadi khalifahnya. Sepeninggal gurunya ia melanjutkan bimbingan rohani di Palu dan sekitarnya, dan cabang 'Saminiyah' dari Naqsyabandiyah dinamai menurut namanya. Ia wafat sekitar 1896 (1314 H); makamnya, di Pemakaman lama Palu (Meydan) di tepi utara Sungai Murat sebelah timur Palu, berupa bangunan bata berlapis keramik dengan kubah kerucut berlapis tembaga. Cucunya Şehid Sadeddin Efendi juga dimakamkan di makam itu. (Sumber: ehlisunnetbuyukleri.com; evliyalar.net; Dergipark 'Seorang Syaikh Khalidi di Palu: Mahmud Samini'.)

ElazığWafat 1314 HLihat