Seorang syaikh Naqsyabandi-Khalidi yang dibesarkan di Palu (1812-1896); ia berkhidmat kepada Syaikh Ali Septi selama tiga belas tahun, mencapai maqam rohani tinggi, dan menjadi khalifahnya. Sepeninggal gurunya ia melanjutkan bimbingan rohani di Palu dan sekitarnya, dan cabang 'Saminiyah' dari Naqsyabandiyah dinamai menurut namanya. Ia wafat sekitar 1896 (1314 H); makamnya, di Pemakaman lama Palu (Meydan) di tepi utara Sungai Murat sebelah timur Palu, berupa bangunan bata berlapis keramik dengan kubah kerucut berlapis tembaga. Cucunya Şehid Sadeddin Efendi juga dimakamkan di makam itu. (Sumber: ehlisunnetbuyukleri.com; evliyalar.net; Dergipark 'Seorang Syaikh Khalidi di Palu: Mahmud Samini'.)
