Seorang ulama Naqsyabandi-Khalidi, putra tengah Syaikh Ali Septi, yang menjabat pengajar dan mufti Palu (1843-1918). Ia memperoleh pendidikan madrasah awal di Madrasah İblaşiyye milik ayahnya, menjadi imam di Masjid Kasımiyye, dan diangkat sebagai mufti Palu pada 1888 hingga 1918; ia memadukan pengajaran dan bimbingan rohani di tekke dan madrasah Palu. Sebagai khalifah ayahnya ia melanjutkan tradisi keilmuan dan tasawuf keluarga Sebtî. Ia wafat dan dimakamkan di Palu. (Sumber: Muhammed Çetkin, 'Seorang Pengajar dan Mufti di Palu: Syaikh Hasan an-Naki', Universitas Bingöl; Serdar Karabulut, Jurnal Akademiar 2018/4.)
