Seorang syaikh Naqsyabandi-Khalidi dari keluarga Sebtî di Palu (w. 1914), keturunan Syaikh Ali Septi dan termasuk yang melanjutkan bimbingan tasawuf dan kegiatan keilmuan di tekke Palu. Ia meneruskan tradisi Khalidi keluarganya dan mengemban bimbingan rohani masyarakat di kawasan itu. Ia wafat dan dimakamkan di Palu. (Sumber: Serdar Karabulut, Jurnal Akademiar 2018/4; Yüksel Arslantaş & Rüstem Kadri Septioğlu, Simposium Internasional Palu, Universitas Fırat.)
