Seorang syaikh Naqsyabandi-Khalidi dari keluarga Sebtî di Palu (w. 1894), keturunan Syaikh Ali Septi dan termasuk yang melanjutkan tradisi bimbingan rohani dan pengajaran di tekke Palu. Dibesarkan dalam garis keilmuan-tasawuf ayah dan keluarganya, ia turut menyebarkan tarekat Khalidi di kawasan itu. Ia wafat di Palu dan dimakamkan di pemakaman keluarga. (Sumber: Serdar Karabulut, Jurnal Akademiar 2018/4; Yüksel Arslantaş & Rüstem Kadri Septioğlu, Simposium Internasional Palu, Universitas Fırat.)
