Masuk

Atlas Digital Geografi Spiritual

Para Wali

1113 catatan · Halaman 27/47

Dikenang di Jumadil Awal

Wali yang haul wafatnya jatuh pada bulan Hijriah ini (bersumber).

Wali

Hakim Sanai dari Ghazni

Hakim Abu al-Majd Majdud bin Adam Sanai adalah penyair berbahasa Persia era Ghaznawiyah dan tokoh pendiri puisi sufi Persia. Karya agungnya, Hadiqat al-Haqiqa, dianggap epik mistik Persia pertama dan memengaruhi penyair kemudian seperti Rumi. Ia wafat di Ghazni sekitar 525 H/1131 M; makamnya menjadi tempat ziarah selama berabad-abad (diziarahi Dara Shukoh dan Muhammad Iqbal). (Sumber: Encyclopaedia Iranica 'Sanai'; Wikipedia; Wikidata Q1148049)

GazneWafat 525 HLihat
Wali

Khwaja Abu Ahmad Abdal Chishti

Abu Ahmad Abdal Chishti adalah tokoh Chishti abad ke-10, murid dan penerus pendiri tarekat Abu Ishaq Syami, yang membaiat dan menjadikannya wakil sebelum kembali ke Suriah. Ia guru Abu Muhammad Chishti dan dikatakan seorang Sayyid yang ayahnya memerintah Fergana. Ia wafat tahun 355 H/966 M di Chisht, tanah kelahirannya, dan dimakamkan di sana. (Sumber: Wikipedia; sumber silsilah Chishti)

Çişt-i ŞerifWafat 355 HLihat
Wali

Khwaja Qutbuddin Maudud Chishti

Qutbuddin Maudud Chishti adalah tokoh awal silsilah Chishti, putra sekaligus penerus gurunya Abu Yusuf ibn Saman. Ia dikenal menolak berhubungan dengan penguasa dan orang kaya, serta berkhalwat sekitar dua puluh tahun. Ia wafat sekitar 527 H/1133 M (satu riwayat 533/1139) di Chisht-e Sharif, Provinsi Herat, dan dimakamkan di sana. (Sumber: Wikipedia 'Maudood Chishti'; Ihsan Center)

Çişt-i ŞerifWafat 527 HLihat
Wali

Mirwais Khan Hotak (Mirwais Nika)

Mirwais Khan Hotak, kepala klan Hotak Pashtun Ghilji dan kalantar Kandahar, mendirikan dinasti Hotak. Pada 1709 ia memimpin pemberontakan melawan Persia Safawi, membunuh gubernur Gurgin Khan dan merebut kemerdekaan Kandahar Raya. Ia menolak gelar raja dan memerintah hingga wafat tahun 1715; dihormati sebagai pahlawan nasional, ia disemayamkan di mausoleumnya di Kokaran. (Sumber: Wikipedia; Wikidata Q138543762 / OpenStreetMap)

KandaharWafat 1127 HLihat
Keluarga Nabi

Ziarah Sakhi Shah-e Mardan (devotional — bukan makam)

Sakhi Shah-e Mardan (Ziarat-e Sakhi) adalah tempat ziarah devotional Syiah dan masjid di kaki Bukit Asmai (Bukit TV) di Kabul barat. PENTING: ini BUKAN makam melainkan situs peringatan/devotional; Ali bin Abi Thalib tidak dimakamkan di sini (makam tradisionalnya di Najaf). Tempat ini memperingati kunjungan legendaris Imam Ali dan persinggahan jubah Nabi dalam perjalanan ke Kandahar; menjadi pusat bagi komunitas Hazara Kabul dan perayaan Nowruz 'Jahenda Bala'. (Sumber: Wikipedia; GeoNames 7098055; Wikidata Q50844233)

KâbilLihat
Wali

Nasir Khusraw

Nasir Khusraw (lahir 1004) adalah penyair, filsuf, pengembara, dan dai Ismaili berbahasa Persia, terkenal lewat catatan perjalanannya Safarnama dan karya filsafat Ismaili. Setelah pertobatan spiritual sekitar usia empat puluh, ia pergi ke Kairo Fatimiyah, naik ke pangkat Ismaili tinggi, dan sekitar 1060 melarikan diri dari penindasan ke lembah terpencil Yamgan di Badakhshan. Ia menghabiskan dekade terakhirnya di sana, wafat setelah 481 H/1088 M, dan disemayamkan di makam di desa Hazrat-e Sayyed, masih dihormati kaum Ismaili Asia Tengah. (Sumber: Wikipedia; Archnet; AKDN)

YemganWafat 481 HLihat
Wali

Khwaja Abu Nasr Parsa

Khwaja Abu Nasr Parsa adalah pemimpin spiritual Naqsyabandi dan pengajar ilmu kalam era Timuriyah, putra ulama Bukhara terkenal Khwaja Muhammad Parsa. Ia wafat di Balkh pada 865 H/1461 M. Sebuah mausoleum megah dibangun di atas makamnya oleh amir Mir Mazid Arghun; kini berada dalam kompleks 'Masjid Hijau', menjadi salah satu monumen Timuriyah Balkh paling terkenal. (Sumber: Wikipedia; Wikidata Q6403414)

BelhWafat 865 HLihat
Keluarga Nabi

Ali bin Abi Thalib (Mazar-i-Sharif — diperdebatkan)

Ali bin Abi Thalib adalah sepupu dan menantu Nabi, khalifah Rasyidin keempat dan Imam Syiah pertama, gugur di Kufah tahun 40 H/661 M. Tradisi Afghanistan abad ke-12 menyatakan jenazahnya diam-diam dibawa ke Balkh dan disemayamkan di makam Mazar-i-Sharif ini. PENTING: klaim ini DIPERDEBATKAN; pandangan ilmiah arus utama menempatkan makam Ali di Najaf, Irak. (Sumber: Wikipedia 'Mausoleum of Imam Ali'; Wikidata Q138388)

Mezar-ı ŞerifWafat 40 HLihat
Ulama

Sayyid Jamaluddin al-Afghani

Pemikir dan tokoh politik yang menempati kedudukan penting dalam kehidupan pemikiran dan politik dunia Islam abad XIX serta memengaruhi kebangkitan Islam. Nama lengkapnya Sayyid Jamaluddin Muhammad bin Safdar al-Afghani al-Husaini . Sumber mencatat bahwa riwayat hidupnya masih memiliki titik-titik yang perlu dijelaskan, karena ia menjalani hidup yang sangat dinamis dan karena keterangan dalam sumber-sumber saling bertentangan. Sumber-sumber sepakat bahwa ia lahir pada Syakban 1254 (November 1838); namun tempat lahirnya diperselisihkan karena berkaitan dengan kebangsaan dan mazhabnya (lihat Penyajian Beragam Pandangan). Gelar Sayyid dan nisbah al-Husaini berasal dari klaim bahwa silsilahnya sampai kepada Husain. Menurut satu riwayat, ia tinggal di Kabul hingga usia delapan belas tahun dan mendapat pendidikan pertama dari ayahnya, Safdar, seorang alim; ia belajar bahasa, sejarah, agama, filsafat, matematika, kedokteran dan politik, lalu pergi ke India. Dalam perjalanan haji ia singgah di banyak negeri dan menunaikan haji di Makkah pada 1273 (1857). Kembali ke Afganistan, ia mengabdi kepada Dost Muhammad Khan; setelah Khan wafat pada 1279 (1863), Muhammad A'zam yang memenangkan perebutan kekuasaan mengangkatnya menjadi wazir utama. Ketika Syir Ali merebut kekuasaan, ia pindah ke India, tetapi pemerintahan Inggris memintanya meninggalkan negeri itu. Pada awal 1870 ia pergi ke Mesir, dan dari sana, kemungkinan atas undangan Sultan Abdülaziz, ke Istanbul; ia menjalin hubungan dengan Âli Pasya, Fuad Pasya, Saffet Pasya, Münif Efendi dan Hoca Tahsin Efendi, dan menjadi anggota Meclis-i Kebir-i Maarif. Ia menyampaikan pidato berbahasa Arab pada pembukaan Darülfünun-ı Osmani pada 20 Februari 1870. Ketika dalam sebuah ceramah di bulan Ramadan tahun itu ia menggolongkan filsafat dan kenabian di antara keahlian (sina'ah), Syaikhul Islam Hasan Fehmi Efendi mengkafirkannya, dan Âli Pasya memutuskan untuk mengusirnya. Cevdet Pasya kemudian menyatakan bahwa peristiwa itu bersumber dari salah paham. Pada Maret 1871 ia pergi ke Kairo dan tinggal delapan tahun; ia mengajar di rumahnya, dan majelisnya makin mengarah ke politik. Ia menentang Khedive Ismail Pasya. Menurut sumber, ia masuk loji mason Skotlandia dan, ketika dikeluarkan karena loji itu tidak mau terlibat politik, mendirikan loji yang berafiliasi dengan French Grand Orient. Ia diusir dari Mesir melalui pengumuman pemerintah Khedive tertanggal 26 Agustus 1879. Di Hyderabad, India, ia menulis sanggahannya terhadap kaum naturalis; selama pemberontakan Urabi Pasya (1882) ia diawasi di Kalkuta, dan setelah pemberontakan dipadamkan ia meninggalkan India. Pada masa terakhirnya, dari 1883 hingga wafatnya pada 1897, ia mengarah pada cita-cita solidaritas dan persatuan di antara semua negeri Islam. Di Paris ia memimpin surat kabar perkumpulan al-'Urwah al-Wutsqa dan memanggil muridnya Muhammad Abduh dari Beirut untuk menjadi penulis utamanya; surat kabar yang terbit pertama pada 13 Maret 1884 itu hanya dapat menerbitkan delapan belas nomor (terakhir Oktober 1884) karena berbagai hambatan. Perdebatannya dengan Ernest Renan menambah kemasyhurannya. Atas undangan Syah Nashiruddin ia pergi ke Iran, lalu pergi ketika seruannya untuk reformasi berlawanan dengan syah. Ia tinggal di Rusia pada 1886-1889; ia kembali ke Iran untuk kedua kalinya, tetapi karena kritiknya ia berlindung di makam Syah Abdul Azim, lalu diambil dari sana secara paksa dan diusir di dekat Basrah. Setelah itu ia melontarkan kata-kata keras terhadap syah; sumber mencatat bahwa ia kemudian dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan syah. Dari Basrah ia menghubungi ulama Iran dan mendorong perlawanan terhadap konsesi tembakau; pada 1891 ia pindah ke London dan menulis menentang syah. Melalui duta besar di London, Rüstem Pasya, Abdülhamid II mengundangnya ke Istanbul, dan ia memenuhi undangan kedua. Ia diberi rumah di Teşvikiye dan gaji. Atas permintaan sultan ia menyusun laporan tentang persatuan Islam dan pendekatan Syiah-Suni; dari surat-surat yang ditulis untuk tujuan ini, yang mencapai 600, sekitar 200 mendapat balasan. Lama-kelamaan sultan mengurangi hubungannya, pengawasan ketat diberlakukan dan permintaannya untuk meninggalkan negeri ditolak; sebaliknya, tuntutan Iran agar ia diserahkan sebagai warganya tidak dipenuhi. Ia tidak sembuh dari kanker yang dideritanya, wafat di Istanbul pada 9 Maret 1897, dan dimakamkan di Pemakaman Şeyhler di Maçka . Menurut sumber, makam kosong yang ada di sana sekarang dibangun pada 1926 oleh seorang Amerika bernama Charles Cron; pada 1944, atas permintaan pemerintah Afganistan, tulang-belulangnya dipindahkan ke negeri yang namanya ia sandang, Afganistan . Lingkaran Pengaruhnya — Murid, sahabat dan pembantunya yang terpenting adalah Muhammad Abduh ; Rasyid Ridha, Qasim Amin, Sa'ad Zaghlul dan Abdul Qadir al-Maghribi juga termasuk yang ia pengaruhi. Menurut sumber, ia memengaruhi Abdülhamid II, setidaknya pada tataran gagasan, dalam soal persatuan Islam dan pendekatan Syiah-Suni; para cendekiawan Utsmani dari berbagai aliran seperti Mehmet Emin Yurdakul, Yusuf Akçura, Ahmet Ağaoğlu, Mehmed Âkif, Ahmet Hamdi Akseki, Said Nursi dan Şemseddin Günaltay mengambil manfaat dari majelis dan tulisannya. Di India pengaruhnya tampak pada seperempat pertama abad XX di lingkungan Abul Kalam Azad, dan Iqbal termasuk yang menghargainya. Disebutkan bahwa di antara para pemimpin gerakan yang di Iran berujung pada konstitusi 1906 dan parlemen pertama terdapat orang-orang yang dididik dalam mazhab pemikirannya. Di Aljazair Abdul Hamid bin Badis dianggap secara tidak langsung termasuk alirannya; Malik Bennabi berkata: "Kita berutang kepada al-Afghani atas dimulainya gerakan-gerakan reformasi di dunia Islam." Kepenyairan dan Garis Tasawufnya — Ia bukan penyair; bagian ini meringkas garis pemikirannya sebagaimana dinukil sumber. Menurutnya materialisme telah merugikan umat manusia di setiap zaman, dan agama, betapapun lemahnya, lebih baik bagi manusia daripada materialisme; agama-agama memberikan kepada akal tiga keyakinan dan kepada jiwa keutamaan malu, amanah dan kejujuran. Ia berkata pintu ijtihad terbuka: yang berilmu hendaknya berijtihad, dan yang tidak mampu hendaknya memilih dengan sadar. Ia menyatakan bahwa salah paham tentang qada dan qadar telah berdampak buruk bagi peradaban Islam, dan bahwa kehendak parsial manusia memiliki pengaruh yang menentukan hasil. Ia berkata tasawuf telah mengembangkan metode untuk memperoleh pengetahuan tentang hal-hal di luar jangkauan akal, tetapi bahasanya harus ditafsirkan selaras dengan makna lahir nas. Di antara sebab kemunduran ia menyebut berubahnya khilafah menjadi kerajaan, menyebarnya paham jabariyah, kurangnya pendidikan dan terpecahnya kaum Muslim; ia melihat obatnya pada pola pikir, keyakinan dan akhlak, yakni kembali kepada Islam yang murni dan Al-Qur'an, serta pendidikan luas yang dimulai dari perempuan. Sumber memandang lebih tepat menggolongkannya di antara para mujadid dan pembaru, bukan di antara kaum modernis dalam arti sekarang. Karya-karyanya — Ia adalah tokoh gagasan dan aksi yang mengungkapkan pemikirannya terutama lewat percakapan dan sedikit menulis; sebagian tulisannya hilang. Karya yang pasti miliknya adalah Haqiqat-i Madzhab-i Naychari , yang ditulis dalam bahasa Persia di India dan pertama kali dicetak di Hyderabad (1298/1881) (terjemahan Arabnya oleh Muhammad Abduh, ar-Radd 'ala ad-Dahriyyin , Beirut 1886), dan Tatimmat al-Bayan tentang sejarah Afganistan (Kairo 1879). Sebagian besar artikel al-'Urwah al-Wutsqa ditulis oleh Abduh tetapi dari segi gagasan milik al-Afghani. Disebut pula catatannya atas syarah ad-Dawani terhadap al-'Aqa'id al-'Adudiyyah , Risalat al-Waridat yang ia diktekan kepada Abduh, dan al-Khatirat yang dihimpun Muhammad Pasya al-Makhzumi dari percakapannya. Muhammad Imarah menerbitkan karya-karyanya pada 1968 dan 1979, dan Ali Syalasy tulisan-tulisannya yang tidak dikenal pada 1986.

KâbilWafat 1314 HLihat
Wali

Khwaja Abu Muhammad Chishti

Abu Muhammad Chishti adalah wali Chishti awal yang sedikit diketahui riwayatnya. Ia murid Abu Ahmad Abdal Chishti dan guru Abu Yusuf ibn Saman (ayah Maudud Chishti), menjadi mata rantai 'silsilah emas' menuju Mu'inuddin Chishti dari Ajmer. Ia wafat sekitar 411 H/1020 M dan dimakamkan di Chisht. (Sumber: Wikipedia; sumber silsilah Chishti)

Çişt-i ŞerifWafat 411 HLihat
Ulama

Habib Umar bin Sumayt

Habib Umar bin Ahmad bin Sumayt adalah ulama Sufi dari nasab sayyid Ba'Alawi yang menjadi guru dan qadi di Madagaskar, Zanzibar, dan Komoro. Lahir di Komoro pada 1303 H (1886) dan wafat pada 9 Safar 1396 (1976) dalam usia 92 tahun. Ia dimakamkan di Moroni dalam qubah (makam berkubah) kakeknya, Habib Abu Bakr bin Sumayt. (Sumber: Muwasala 'Habib Umar bin Sumayt'; Wikipedia 'Islam in the Comoros')

MoroniWafat 1396 HLihat
Wali

Shah Jalal

Seorang wali Sufi abad ke-14, santo pelindung Sylhet, yang menurut tradisi memimpin penaklukan Sylhet tahun 1303 dan menyebarkan Islam di timur laut Benggala. Ibnu Battuta yang mengunjunginya mencatat dalam Rihla wafatnya pada 20 Zulkaidah 746 H (15 Maret 1346). Makamnya di Sylhet adalah situs keagamaan paling banyak diziarahi di Bangladesh. (Sumber: Ibnu Battuta, Rihla; Banglapedia 'Shah Jalal')

SylhetWafat 746 HLihat
Wali

Khan Jahan Ali

Wali Sufi, panglima, dan administrator abad ke-15 yang menyebarkan Islam di Benggala selatan dan mendirikan Situs Warisan Dunia UNESCO 'Kota Masjid Bagerhat' (termasuk Masjid Enam Puluh Kubah/Shat Gombuj). Prasasti pada batu nisannya menanggalkan wafatnya pada 27 Zulhijah 863 H (25 Oktober 1459). Makam batu berkubah tunggalnya berdiri di tepi utara kolam Thakur Dighi. (Sumber: Banglapedia; UNESCO; Wikipedia)

BagerhatWafat 863 HLihat
Wali

Shah Makhdum Ruposh

Mubaligh Sufi abad ke-13-14 yang dikaitkan dengan penyebaran Islam di wilayah Varendra Benggala utara, konon datang dari Baghdad dan mendirikan khanqah. Banglapedia menanggalkan wafatnya pada 27 Rajab 713 H (1313); satu tradisi rakyat minoritas menyebut 1592 (usia 117). Makamnya dimonumentalkan pada era Mughal dan urs tahunan jatuh pada 27 Rajab. (Sumber: Banglapedia; Wikipedia)

RajshahiWafat 713 HLihat
Wali

Shah Ali Baghdadi

Wali Sufi dan mubaligh abad ke-15, lahir di Baghdad dari Mufti Fakhruddin, yang menetap di Benggala dan berdakwah di wilayah Faridpur dan Dhaka. Wikipedia menanggalkan wafatnya sekitar 1480, sementara sumber lain menyebut 913 H (1507) atau 1577. Makamnya di Mirpur adalah situs ziarah besar dengan urs tahunan. (Sumber: Banglapedia; Wikipedia)

DhakaWafat 1480Lihat
Wali

Shah Amanat

Wali Sufi abad ke-18 yang dianggap salah satu wali terkemuka wilayah Chittagong (Chattogram) di Benggala timur. Ia mendirikan Khanqah Amanatiya dan mengajar dalam tarekat Naqsyabandi dan Qadiri. Makamnya dekat Laldighi menarik kerumunan besar, terutama saat Ramadan; Bandara Internasional Shah Amanat di Chittagong dinamai dengan namanya. (Sumber: Banglapedia; Wikipedia; Harder 2011)

ChittagongWafat 1773Lihat
Wali

Shah Paran

Wali Sufi dan ulama abad ke-14 yang ikut dalam pertempuran terakhir Penaklukan Sylhet tahun 1303 di bawah pamannya Shah Jalal. Tempat lahirnya diperselisihkan sumber (Konya di Anatolia, atau Hadhramaut di Yaman). Ia wafat tanpa menikah dan tanpa keturunan dan dimakamkan di samping khanqahnya; kompleks dargah dengan masjid, eidgah, langar khana, dan kolam tumbuh di sekitar makam. Tahun wafat yang pasti tidak terdokumentasi. (Sumber: Banglapedia; Wikipedia)

SylhetLihat
Wali

Bayazid Bastami (Maqam Chittagong)

CATATAN - MAQAM/DIPERSELISIHKAN: Abu Yazid al-Bistami adalah Sufi Persia abad ke-9, pelopor mazhab 'mabuk' (sukr), yang wafat dan dimakamkan di Bistam, Iran. Sumber menyatakan dengan jelas bahwa bangunan di Chittagong BUKAN makam aslinya melainkan jawab/maqam (makam peringatan tiruan); Banglapedia mencatat ia 'ditemukan' tahun 1831. Kolam kompleksnya menampung kura-kura cangkang lunak hitam Bostami yang kritis terancam punah. (Sumber: Banglapedia, Abdul Karim 2012; Wikipedia)

ChittagongWafat 261 HLihat
Wali

Shah Sultan Balkhi Mahisawar

Wali-gazi yang konon putra penguasa Balkh (Afghanistan) yang meninggalkan kedudukannya, menjadi murid Syaikh Taufiq dari Damaskus, dan diutus berdakwah ke Benggala. 'Mahisawar' (penunggang ikan) adalah motif hagiografi; tradisi menyebut ia mengalahkan Raja Parshuram di Mahasthan. Tanggal wafatnya tak terdokumentasi dan bahkan abadnya (ke-14 atau ke-16) diperselisihkan; sanad Mughal 1685 di bawah Aurangzeb menegaskan tanah lakhiraj-nya. (Sumber: Banglapedia; Wikipedia)

BograLihat
Ulama

Nesaruddin Ahmad (Pir Sarsina)

Ulama Islam Benggali, pembaharu Sufi, dan tokoh pendidikan; murid utama Benggala timur dari Abu Bakr Siddique dari Furfura Sharif. Pada 1915 ia mendirikan Sarsina Darbar Sharif dan Madrasah Darussunnat Kamil, sebuah madrasah aliyah terkemuka. Upazila Swarupkati diganti namanya menjadi 'Nesarabad' untuk menghormatinya pada 1985; beberapa pir dimakamkan di darbar tetapi ia tokoh utamanya. (Sumber: Wikipedia; Wikidata Q118115329)

PirojpurWafat 1952Lihat
Wali

Jalaluddin Tabrizi

Sufi Suhrawardi kelahiran Tabriz, murid Syihabuddin as-Suhrawardi, yang berhijrah lebih dulu ke Delhi (pada masa Iltutmish) lalu ke Benggala. Ia tokoh utama Sekhasubhodaya berbahasa Sanskerta dan menjadi nama tarekat Jaliliyya; wakafnya 22.000 taka membuat makamnya disebut 'Dargah Baish Hazari'. Lokasi makamnya diperselisihkan (Bari Dargah di Pandua, atau Deotala) tetapi kedua kandidat berada di Malda, Benggala Barat, India, dan ia berbeda dari Shah Jalal dari Sylhet. Tahun wafat (623/1225 atau 642/1244) diperselisihkan. (Sumber: Banglapedia; Wikipedia)

PanduaLihat
Wali

Shahul Hamid

Mistikus dan mubaligh Sufi Qadiri yang belajar di Gwalior di bawah Muhammad Ghaus, menunaikan haji, dan menetap di Nagore melalui Maladewa dan Sri Lanka. Ia dihormati secara lokal sebagai 'Nagore Andavar' (Penguasa Nagore) dan menurut tradisi menyembuhkan penguasa Thanjavur Achuthappa Nayak. Dargahnya adalah situs devosi bersama Hindu-Muslim; Kanduri (urs) selama 14 hari menandai hari wafatnya. Tahun wafat yang paling banyak dikutip adalah 1570. (Sumber: Wikipedia; Wikidata Q3595346)

NagoreWafat 1570Lihat
Wali

Baba Fakruddin

Wali Qalandar/Suhrawardi yang konon pangeran Sistan yang melepaskan takhta, berkelana lewat Mekkah dan Madinah ke Tiruchirappalli, lalu menjadi murid dan khalifah Nathar Vali, mengabdi 23 tahun. Ia kemudian diutus bersama 300 qalandar ke Penukonda, tempat legenda 'ranting bertunas' menandai kediamannya. Dargah di puncak bukitnya adalah situs ziarah lintas-agama; umat Hindu menyebutnya 'Babayya Swami'. Wafatnya ditanggalkan 12 Jumadil Akhir 694 H (5 Mei 1295). (Sumber: Wikipedia; portal distrik Ananthapuramu Pemerintah Andhra Pradesh)

PenukondaWafat 694 HLihat
Wali

Nathar Shah (Nathar Wali)

Wali Qalandar yang dianggap salah satu Sufi paling awal yang membawa Islam ke India Selatan; tradisi menyebut ia lahir dari keluarga Persia di Anatolia, menjadi murid Ibrahim Garamseel, dan datang ke India bersama 900 qalandar, menetap di Trichy. Dakwahnya dikaitkan dengan masuk Islamnya komunitas Rowther Tamil; ia mursyid Baba Fakhruddin dari Penukonda. Wafatnya ditanggalkan 15 Ramadan 417 H (1039); kubah setinggi 70 kaki ditambahkan pada abad ke-18 oleh Chanda Sahib. (Sumber: Wikipedia; dargahinfo.com)

TiruchirappalliWafat 417 HLihat