Shafiyyah binti Huyay adalah putri Huyay bin Akhtab, pemimpin suku Yahudi Bani Nadhir di Madinah; nasabnya disebutkan bersambung hingga Nabi Harun. Ia menjadi tawanan saat penaklukan Khaibar, lalu Nabi membebaskan dan menikahinya, dan setelah memeluk Islam ia bergabung dengan Ummahatul Mukminin. Masyhur diriwayatkan bahwa ketika ia diejek karena asal Yahudinya, Nabi mengajarinya menjawab: 'Ayahku Harun, pamanku Musa, dan suamiku Muhammad.' Ia dikenal santun dan sabar, dan diriwayatkan mendukung Utsman saat pengepungan. Ia wafat di Madinah, menurut riwayat terkuat tahun 50 H (670 M). Gubernur Madinah (disebut Marwan bin al-Hakam) menyalatkannya dan ia dimakamkan di Jannatul Baqi. Makamnya, seperti makam lain di Baqi, tidak bertanda.
