Raja Ali Haji (1808–1873) adalah seorang ulama, sejarawan, dan sastrawan keturunan Bugis-Melayu yang lahir di Pulau Penyengat. Ia mendalami ilmu fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf, serta menulis kitab bercorak syariah "Tsamaratul Muhimmah" (1858) tentang pemerintahan dan keadilan Islam, di samping karya akidah dan tata bahasa. Ia dibaiat masuk Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah dan paling dikenal lewat gurindam moral-keagamaannya, "Gurindam Dua Belas". Makamnya berada di kompleks makam Engku Puteri di Pulau Penyengat dan menjadi tujuan ziarah yang ramai dikunjungi.
