Syaikh pendiri tarekat Naqsyabandi-Khalidi di kawasan Palu, Elazığ (sekitar 1785-1871), salah satu khalifah utama Mawlana Khalid al-Baghdadi. Sekitar 1830, atas petunjuk Mawlana Khalid, ia datang ke Palu dan memulai bimbingan rohani; pengaruh tekkenya menyebar hingga Diyarbekir, Harput, Erzurum, dan Bitlis, dan Mahmud Samini bertahun-tahun berguru kepadanya. Setelah hidup lebih dari sembilan puluh tahun ia wafat pada 1871; makamnya berdiri di bukit yang menghadap distrik Palu di seberang Sungai Murat, tempat ia dimakamkan bersama putranya Syaikh Mehmed Efendi. Ia berperan sentral dalam penyebaran tarekat Khalidi di kawasan itu. (Sumber: Jurnal Akademiar 2018/4; Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Elazığ; evliyalar.net.)
