Juwairiyah binti al-Harits adalah putri al-Harits bin Abu Dhirar, pemimpin suku Bani Musthaliq. Ia menjadi tawanan dalam Perang al-Muraisi (Bani Musthaliq); ketika ia datang kepada Nabi meminta bantuan menebus dirinya, Nabi menebusnya, membebaskannya, dan menikahinya. Karena pernikahan ini kaum Muslimin membebaskan para tawanan Bani Musthaliq yang kini menjadi besan Nabi, sehingga sekitar seratus keluarga tertarik kepada Islam. Aisyah berkata ia adalah wanita yang paling membawa berkah bagi kaumnya. Ia dikenal tekun beribadah dan banyak berzikir. Namanya sebelum menikah adalah Barrah, lalu Nabi menggantinya menjadi Juwairiyah. Ia wafat di Madinah, menurut riwayat terkuat pada Rabiulawal tahun 56 H (676 M), ada pula riwayat 50 H. Gubernur Madinah, Marwan bin al-Hakam, menyalatkannya dan ia dimakamkan di Jannatul Baqi. Makamnya, seperti makam lain di Baqi, tidak bertanda.
