Lahir pada 1710 di Desa Lok Gabang, Kalimantan Selatan, Muhammad Arsyad al-Banjari adalah salah satu ulama Syafi'i terbesar di Asia Tenggara. Setelah lebih dari tiga puluh tahun menuntut ilmu di Makkah dan Madinah, ia kembali ke Banjar dan mendirikan halaqah ilmu yang menjadi pusat pengajaran fikih di kawasan itu. Ia dikenal lewat kitab 'Sabilal Muhtadin' yang selama berabad-abad menjadi pegangan pokok fikih di dunia Melayu-Nusantara, dan namanya diabadikan pada Masjid Raya Banjarmasin. Ia menjabat sebagai mufti Kesultanan Banjar. Ia wafat pada 13 Oktober 1812 dan dimakamkan di Desa Kalampayan, Astambul; makamnya yang dikenal sebagai 'Datu Kalampayan' merupakan salah satu ziarah religi terbesar di Kalimantan.
