KTabiin
Khwaja Rabi
Tabiin ahli hadis dan zahid, salah satu dari delapan zahid besar masa tabiin. Nama lengkapnya Abu Yazid ar-Rabi' bin Khutsaim bin A'idz ats-Tsauri at-Tamimi al-Kufi . Di Khurasan, tempat makamnya, ia dikenal sebagai Khwaja Rabi' . Ia berasal dari suku Tsaur bin Abdu Manat yang tinggal di sekitar Gunung Atsal di Mekah; nasabnya sampai kepada Adnan melalui Mudhar. Meskipun hidup semasa Nabi, ia tidak sempat melihat beliau, sehingga digolongkan sebagai mukhadram . Ia termasuk murid Abdullah bin Mas'ud di Kufah; darinya ia mempelajari tafsir, qiraah, hadis dan ilmu-ilmu sastra. Ia meriwayatkan hadis darinya serta dari Abu Ayyub al-Anshari, Abdurrahman bin Abi Laila dan Amr bin Maimun, dan meriwayatkan dari Rasulullah secara mursal. Yang meriwayatkan darinya antara lain Ibrahim an-Nakha'i, Bakr bin Ma'iz al-Kufi, asy-Sya'bi dan putranya Abdullah. Riwayat-riwayatnya terdapat dalam Kutubus Sittah kecuali as-Sunan Abu Dawud. Para kritikus hadis memujinya: asy-Sya'bi menyebutnya “tambang kejujuran”, dan Yahya bin Ma'in menyatakan ia tsiqah. Dinukilkan bahwa ia sangat sedikit bicara, menghidupkan malam dengan ibadah, memberikan apa yang dimilikinya kepada orang miskin padahal ia sendiri butuh, tidak pernah terdengar berkata buruk, tidak menggunjing, dan sangat rendah hati. Disebutkan bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata kepadanya: “Wahai Abu Yazid! Seandainya Rasulullah melihatmu, beliau pasti mencintaimu. Setiap kali melihatmu aku teringat orang-orang yang tunduk dan rendah hati kepada Allah ( mukhbitin ).” Sumber juga mengutip sebagian kata-kata indahnya: “Katakan yang baik, lakukan yang baik, tekunilah amal saleh. Umur itu pendek, jangan keraskan hatimu! … Jika engkau berbuat buruk, segera iringi dengan kebaikan, karena kebaikan menghapus keburukan. … Dosa-dosa adalah penyakit, dan obatnya adalah tobat tanpa kembali lagi.” Ia tercatat wafat antara tahun 62-65 (682-685); riwayat tentang sebab wafatnya berbeda-beda (lihat Penyajian Berbagai Pandangan). Turbah dan Kompleksnya — Makamnya terletak di kota Tus, Iran, di tepi sungai Tus. Penguasa Safawi Abbas I membangun turbah di atas makamnya, dan Reza Shah Pahlavi memugarnya. Penduduk setempat menyebutnya Khwaja Rabi' dan menziarahi makamnya. Menurut sumber, letak makamnya di sekitar Khurasan menguatkan riwayat bahwa ia pergi ke sana untuk berperang.