İmam Abdullah diriwayatkan sebagai keturunan Nabi Muhammad (saw), dari garis Cafer-i Tayyar. Pada 638 M (17 H) ia bertugas dalam pasukan Islam di bawah komandan İyâz bin Ganem saat penaklukan Hasankeyf dari Bizantium dan gugur sebagai syuhada dalam pengepungan. Zaviye di atas makamnya dibangun pada abad ke-12 pada masa Artuklu dan diperbaiki pada masa Ayyubiyah dan Aqqoyunlu. Karena lokasi akan terendam Bendungan Ilısu, bangunan dan jasadnya dipindahkan pada 2019 ke kawasan Arkeopark Hasankeyf Baru. Ini termasuk salah satu makam paling banyak diziarahi di kawasan tersebut. (Sumber: Direktorat Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Batman; Kantor Kecamatan Hasankeyf; Kantor Berita Anadolu.)
