Qadi dan imam Masjid Sankoré di Timbuktu (1507/08–1583), dari keluarga ulama Sanhaja (Berber) Aqit. Ia belajar dari ayahnya Mahmud bin Umar dan pamannya, lalu memperoleh ijazah dari ulama seperti al-Nasir al-Laqani di Kairo saat menunaikan haji. Pada 1565 ia menggantikan saudaranya Qadi Muhammad sebagai qadi Timbuktu dan menjadi salah satu otoritas paling berpengaruh di kota itu. Ia dikenal membongkar dan membangun kembali Masjid Sankoré (1578–1582) sesuai ukuran Ka'bah. Ulama tersohor Ahmad Baba al-Timbukti adalah kerabat sekaligus muridnya. Ia tokoh utama keluarga Aqit yang membentuk zaman keemasan keilmuan Islam Afrika Barat di Sankoré.
