Jabir bin Abdullah al-Ansari (w. 78/697), dari Bani Salima, adalah salah satu sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis; ia hidup sekitar 94 tahun dan termasuk sahabat terakhir yang mengikuti Baiat Aqabah. Menurut Ensiklopedia Islam TDV, ia wafat dan dimakamkan di Madinah, sehingga makam di desa Yardımcı (Câbir al-Ansâr), 20 km dari Harran, adalah maqam simbolis yang penisbatannya diperselisihkan. Tradisi setempat menyebutkan bahwa anggota tubuhnya yang terpotong saat penaklukan dimakamkan di sini; masjid dan makam yang direstorasi Direktorat Jenderal Wakaf pada 1992 ini banyak diziarahi.
