Ali bin Muhammad Wafa (Ali Wafa asy-Syadzili, w. 807/1405) adalah putra Muhammad Wafa, pendiri tarekat Wafā'iyya, dan ia sendiri seorang tokoh sufi sekaligus penyair. Lahir di Kairo pada 759/1358, ia masih kanak-kanak ketika ayahnya wafat, dan memimpin tarekat setelah dewasa. Pada akhir hayatnya ia menjadikan rumahnya di kawasan Rawda, Kairo, sebagai pusat tarekat, mengimami salat Jumat bagi para muridnya dan memberikan majelis-majelis khusus. Dikenal melalui Diwan-nya serta karya seperti al-Waṣāyā dan Mafātīḥ al-khazāʾin al-ʿaliyya, ia dipandang sebagai penyair sufi ulung yang sebagian syairnya dibandingkan dengan Ibnu al-Fāriḍ; doktrin khatam al-awliyā' dan teori siklus yang ia kembangkan bersama ayahnya dianggap sebagai titik balik dalam tradisi Akbari. Seperti ayahnya, ia dimakamkan di masjid-makam Sādāt al-Wafā'iyya di Kairo. Sumber: TDV İslam Ansiklopedisi ("Ali Vefâ eş-Şâzelî"), Richard McGregor, Sanctity and Mysticism in Medieval Egypt (SUNY Press, 2004).
