Tuanku Nan Tuo (sekitar 1723–1830) adalah ulama besar sekaligus guru bagi para ulama Minangkabau, yang mengajar di Cangking, Ampek Angkek, Agam. Ia mendidik banyak murid terkemuka, termasuk Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Nan Renceh, dan mengusung pembaruan Islam secara damai dan bertahap. Pada masa Perang Padri, suraunya diserang dan dibakar oleh kelompok radikal, menegaskan posisinya sebagai guru dan ulama, bukan kombatan. Makamnya di Cangking menjadi tempat ziarah.
