Teungku Chik di Tiro (Muhammad Saman, 1836–1891) adalah ulama Aceh dan pemimpin jihad dari keluarga ulama terkemuka. Ia mengajar ilmu-ilmu agama di Dayah Tiro bersama pamannya, Teungku Chik Muhammad Amin; sepulang haji ia menekuni perjuangan melawan kolonialisme. Pada 1880 ia menyerukan jihad, mengajak seluruh rakyat Aceh — ulama maupun rakyat biasa — melawan Belanda, dan menjadi pemimpin spiritual Perang Aceh. Ia gugur diracun pada 1891; makamnya di pekuburan keluarga di Desa Meureu, Aceh Besar, menjadi tempat ziarah.
