Putra sekaligus penerus Safiyuddin Ardabili, pendiri tarekat Safawiyah. Setelah ayahnya wafat pada 735/1334 ia memimpin pondok Ardabil selama hampir enam puluh tahun; pada masanya jabatan postnisin menjadi turun-temurun. Ia membangun mausoleum di atas makam ayahnya beserta rumah khalwat dan rumah para penghafal Al-Qur'an, membentuk inti Kompleks Syaikh Safi al-Din yang kini masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Melalui para khalifahnya ia menyebarkan tarekat ke arah Georgia dan Khurasan, mengutus wakilnya yang masyhur Qasim-i Anvar mula-mula ke Gilan lalu ke Herat pada 779/1377. Sumber-sumber menuturkan para penguasa zaman itu, termasuk Timur, menghormatinya. Pada masanya Safawiyah adalah tarekat sufi yang juga dihormati kalangan Sunni. Ia wafat pada 794/1392 (sebagian sumber: 1391) dan dimakamkan di samping ayahnya di Ardabil; putranya Khwaja Ala al-Din Ali menggantikannya. Silsilah Bayramiyah tersambung ke pondok Ardabil melalui keluarga ini. (Sumber: TDV Ensiklopedia Islam; Universitas Ankara; UNESCO WHC 1345.)
