Ulama yang menjadi 'wasilah' dalam pendirian NU, yakni penyampai isyarat berupa tongkat dan ayat Al-Qur'an dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy'ari yang menandai awal berdirinya organisasi tersebut. Lahir sekitar 1897, beliau membabat hutan untuk mendirikan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah (Sukorejo/Asembagus). Beliau menjabat Mustasyar PBNU hingga wafat. Wafat pada 4 Agustus 1990 dan dimakamkan di kompleks pemakaman pesantren Sukorejo. Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
