Teks ini diterjemahkan dari teks asli berbahasa Turki dengan AI; belum ada orang yang meninjaunya. Teks asli ada di halaman bahasa Turki.
Salah seorang nabi yang namanya disebut dalam Al-Qur'an; dalam kesusastraan Islam ia dipandang sebagai lambang kesabaran.
Al-Qur'an menyatakan bahwa wahyu diberikan kepadanya (an-Nisâ 4/163) dan bahwa ia dibimbing ke jalan yang lurus (al-An'âm 6/84). Dua catatan utama menuturkan ujiannya: al-Anbiyâ 21/83-84 — ia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit", lalu Allah menghilangkan penyakitnya, mengembalikan keluarganya dan melipatgandakan jumlah mereka "sebagai rahmat dari Kami dan peringatan bagi orang-orang yang beribadah". Shâd 38/41-44 — pengaduannya kepada Allah tentang penderitaan yang ditimpakan setan, perintah untuk menghentakkan kakinya ke tanah agar memperoleh air sejuk untuk mandi dan minum, dikembalikannya keluarga dan hartanya, serta penyebutannya sebagai "sebaik-baik hamba yang senantiasa kembali kepada Allah".
Menurut sumber-sumber Islam, leluhurnya dari pihak ayah adalah Nabi Ishak dan dari pihak ibu Nabi Luth. Istrinya dikatakan Laya putri Nabi Yakub atau Rahmah putri Efraim bin Yusuf. Ia memiliki tujuh putra dan tiga putri.
Hartanya sebelum ujian itu dirinci dalam sumber demikian: 7000 ekor kambing, 3000 ekor unta, 500 pasang sapi, 500 ekor keledai betina dan banyak pelayan. Ujiannya menghimpun kehilangan harta, anak dan kesehatan badan; riwayat tentang lamanya sakit adalah delapan belas tahun, sedangkan sebagian catatan menyebut tiga atau tujuh tahun. Melalui semua itu ia tetap teguh tanpa mendurhakai Allah; ayat berfirman "Sesungguhnya Kami mendapatinya seorang yang sabar" (Shâd 38/44).
Lingkaran Pengaruhnya — Dalam kesusastraan Islam ia adalah lambang kesabaran dan ketabahan. Şeyh Galib menyebutnya sebagai teladan ketabahan dalam kesulitan, dan Yûnus Emre menyinggung penderitaan yang ditanggungnya. Motif menghentakkan kaki ke tanah untuk memancarkan air penyembuh menjadi tema tersendiri dalam tradisi sastra Timur-Islam.
Mukjizat
🔴 Bagian ini menuturkan mukjizatnya sebagai nabi, bukan karamah: karamah milik wali, mukjizat milik nabi. Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa yang dicatat langsung oleh Al-Qur'an.
Air yang memancar dengan menghentakkan kaki. Allah memerintahkannya menghentakkan kakinya ke tanah agar memperoleh air sejuk untuk mandi dan minum. (Sumber: Al-Qur'an, Shâd 38/41-44)
Dikembalikan dan dilipatgandakannya keluarganya. Atas doanya, Allah menghilangkan penyakitnya, mengembalikan keluarganya dan melipatgandakan jumlah mereka sebagai rahmat dan peringatan bagi orang-orang yang beribadah. (Sumber: Al-Qur'an, al-Anbiyâ 21/83-84)
Pandangan Ulama yang Berbeda
🔴 Catatan Al-Qur'an bukanlah narasi Perjanjian Lama. Sumber menyatakan perbedaan ini dengan terus terang: sejumlah gambaran dalam Perjanjian Lama berbicara tentang pendurhakaan Ayub; sedangkan akidah Islam menjadikan sifat maksum bagi para nabi sebagai dasar dan menafikan dosa atau kedurhakaan. Atlas tidak mencampuradukkan kedua narasi itu.
Lamanya sakit diperselisihkan. Riwayat yang umum adalah delapan belas tahun; sebagian catatan menyebut tiga dan sebagian lain tujuh tahun.
Identitas istrinya tidak pasti. Dikatakan ia adalah Laya putri Yakub atau Rahmah putri Efraim bin Yusuf; sumber tidak memilih salah satunya.
🔴 Sumber ini tidak memberikan keterangan tentang maqamnya. Catatan atlas terpaut pada Şanlıurfa; sedangkan artikel yang dibaca tidak masuk ke dalam persoalan maqam atau turbah. Inilah sebabnya tidak dibuka bagian turbah dalam catatan ini — penisbatan maqam itu harus diverifikasi secara terpisah (prinsip 2 dan 6).
Sumber
- TDV İslâm Ansiklopedisi (DİA) — Ömer Faruk Harman · Nurettin Albayrak · jil. 12, hlm. 16-17, entri “EYYÛB”
Sumber untuk catatan ini tercantum di bawah (Sumber Wajib).
Melihat kesalahan pada catatan ini? Usulkan koreksi beserta sumbernya
ID permanen: EA-Z-000079 · alamat ini tetap menuju catatan yang sama meski namanya berubah; gunakan saat mengutip.
