Wali yang dihormati dan penyebar Islam di Banten selatan (Pandeglang), populer disebut "Syekh Mansyur Cikadueun." Sebagian tradisi mengidentikkannya dengan Sultan Haji, sultan ketujuh Banten (putra Sultan Ageng Tirtayasa), sebuah identifikasi yang masih diperdebatkan dalam sumber (id.wikipedia, "Maulana Mansyuruddin"; catatan cagar budaya BPCB Banten). Makamnya, dengan nisan bertipe Aceh, berada di kompleks Masjid Cikadueun dan menjadi tempat ziarah keramat besar, terkait pula dengan legenda "Batu Qur'an" di dekatnya. Tahun wafatnya tidak pasti dalam sumber (antara 1672 dan 1687).
