Ulama, sufi, dan pemimpin perlawanan paling berpengaruh di kawasan Sahara Barat–Mauritania (sekitar 1830, Oualata/Mauritania kini – 1910, Tiznit/Maroko). Putra Muhammad Fadil pendiri tarekat Qadiriyah-Fadiliyah, dan saudara Syaikh Saad Bouh. Ia menulis sekitar tiga ratus karya dari fikih hingga adab tasawuf dan dikenal di Fez, Marrakesh, serta Kairo. Pada 1898 ia mendirikan ribat/kota di Smara, Sahara Barat, dan pada 1902 menyatakannya sebagai ibu kota keilmuan dan spiritualnya serta membangun perpustakaan besar. Ia menyatukan suku-suku Sahara melawan kolonialisme Prancis dan Spanyol. Sumber menyebut dua riwayat pemakamannya: menurut pendapat umum makamnya di Tiznit, Maroko, dan menjadi tempat ziarah, sementara ribatnya di Smara dikenang sebagai pusat spiritual yang dipelihara keturunannya (perbedaan tempat pemakaman disebutkan secara transparan).
