Tokoh spiritual Jawa pada masa peralihan Majapahit ke Demak dan murid Syekh Siti Jenar. Ia memimpin masyarakat Pengging (kini Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah), hidup sederhana di tengah para petani, dan termasuk dalam lingkaran tasawuf Siti Jenar (id.wikipedia, "Ki Ageng Pengging"; jurnal al-ABSAH UIN Surakarta). Tradisi menyebutkan ia dihukum mati dengan tuduhan pemberontakan setelah menolak menghadap dan tunduk kepada keraton Demak. Ia adalah ayah Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir), pendiri Kerajaan Pajang. Makamnya di Boyolali menjadi tempat ziarah; tahun wafatnya tidak dipastikan dalam sumber.
