KH Idris (wafat 1923) adalah ulama yang sejak 1878 menghidupkan kembali Pesantren Jamsaren yang tua di Solo (Surakarta). Beliau termasuk mursyid pertama Tarekat Syadziliyah di Jawa dan mengajar dengan menerjemahkan kitab-kitab Arab ke dalam bahasa Jawa Pegon; di antara muridnya adalah Kiai Dimyati Termas dan KH Arwani Amin Kudus. Makamnya berada di pemakaman Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
