Hocazâde, yang nama aslinya adalah Mustafa bin Yûsuf bin Sâlih, lahir di Bursa; tanggal kelahirannya tidak diketahui. Ia dihitung di antara ulama Utsmani terkemuka pada masa Sultan Mehmed Sang Penakluk. Ayahnya, seorang saudagar yang memiliki kekayaan besar, menentang putranya memilih jalan ilmu dan hanya memberinya satu akçe sehari. Karena itulah Hocazâde muda, karena tidak punya uang untuk membeli kitab, membeli kertas yang paling murah dan belajar dengan menuliskan sendiri pelajaran-pelajarannya. Ia belajar usûl (metodologi), meânî (retorika), dan beyân (kefasihan) pada Kâdı Ayasuluğ; ia mempelajari ilmu-ilmu rasional dan naqli bersama Hızır Bey bin Celâl. Hızır Bey mengangkatnya sebagai asisten pengajar (muid), setelah itu ia diangkat menjadi kadi Kestel. Ia mengajar selama enam tahun di Madrasah Esediyye di Bursa, dan pada masa ini ia menelaah Şerh-i Mevâkıf dari awal hingga akhir dan menghafalkannya. Ketika ia mendengar kecintaan yang ditunjukkan Sultan Mehmed kepada para ulama, ia pun berangkat; ia menutupi biaya perjalanannya dengan delapan ratus akçe yang dipinjamnya dari salah seorang muridnya. Dalam perbincangan yang ia lakukan bersama Molla Seyyid Ali dan Molla Zeyrek di kemah kerajaan, ia menunjukkan keunggulan keilmuannya dan memperoleh kehormatan. Ia memangku jabatan kazasker (hakim militer) Edirne, mufti Istanbul dan İznik, serta müderris (guru besar); ia mengajar di madrasah Sultaniye Bursa dan Sahn-ı Semân Istanbul. Ia berdamai dengan ayahnya, yang datang ke Edirne untuk mengunjungi putranya yang telah menjadi kazasker, setelah jamuan besar yang ia adakan. Menjelang akhir hidupnya kedua kakinya dan tangan kanannya lumpuh; ia masih dapat menulis dengan tangan kirinya, dan dalam keadaan ini, atas perintah Bayezid II, ia menulis catatan tepi (hâşiye) atas Şerh-i Mevâkıf. Ia lebih berbangga dengan kedudukannya sebagai müderris daripada memegang jabatan. Menurut sumber-sumber, ketika Fâtih bertanya kepada Ali Kuşçu, 'Bagaimana pendapatmu tentang Hocazâde?', ia menjawab, 'Tidak ada bandingannya di Rum maupun di Persia,' dan sultan berkata, 'Ia tak ada tandingannya bahkan di antara orang Arab.'
Sumber
- HOCAZÂDE MUSLİHUDDİN EFENDİ — İlyas Çelebi
- TDV İslâm Ansiklopedisi — HOCAZÂDE MUSLİHUDDİN EFENDİ — İlyas Çelebi
- Mu'cem-ül-Müellifîn; c.12, s.290
- İslâm Âlimleri Ansiklopedisi; c.12, s.93
- Tâcü't-Tevârih; c.5, s.110
- Fevâid-ül-Behiyye; s.24
- Kâmûs-ül-A'lâm; c.3, s.2063
- Esmâ-ül-Müellifîn; c.2, s.433
- Şakâyık-ı Nu'mâniyye Tercümesi; s.145
- Evliyalar Ansiklopedisi · Bursa Evliyâları
- Keşf-üz-Zünûn; c.1, s.497, c.2, s.1139, 1892
- Brockelman; Sup.2, s.322
- Şezerât-üz-Zeheb; c.7, s.354
Setiap catatan bersumber (Sumber Wajib).
