Datuk ri Tiro (nama asli Abdul Jawad, bergelar Khatib Bungsu) adalah salah satu dari tiga mubalig (Datuk Tellu) yang datang pada awal abad ke-17 dari Koto Tangah di wilayah Minangkabau, Sumatra, ke Sulawesi Selatan. Ahli dalam ilmu tasawuf, ia menyebarkan Islam di kawasan Tiro dan Bulukumba, dan dikenang karena mengislamkan masyarakat melalui pendekatan mistik. Bersama rekannya Datuk ri Bandang (fikih) dan Datuk Patimang (tauhid), ia mengislamkan istana Gowa-Tallo pada 1607 dan meletakkan dasar Islam di kawasan itu. Makamnya berada di kompleks makam Hila-Hila (Eka Tiro), Kecamatan Bontotiro, Bulukumba, sebuah cagar budaya terdaftar sekaligus tempat ziarah.
