Kaisar Mughal terakhir sekaligus penyair bercorak sufi. Setelah pemberontakan 1857 ia diasingkan Inggris ke Rangoon (Yangon), tempat ia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dan wafat pada 1862. Diriwayatkan bahwa ia menerima murid sebagai seorang pir sufi dan dikenal dengan syair-syair keagamaannya. Makamnya ditemukan kembali pada 1991 dan sebuah dargah dibangun di atasnya pada 1994; ia dihormati kaum Muslim setempat sebagai 'sultan wali', dan makam di Jalan Ziwaka, Yangon, menjadi tempat ziarah penting. (Letak pasti makam masih diperselisihkan hingga penemuan 1991.)
