Ulama Aceh terkemuka abad ke-17 (sekitar 1615-1693) yang menjabat mufti/kadi Kesultanan Aceh, khususnya sebagai penasihat Sultanah Safiatuddin. Setelah bertahun-tahun belajar di Arab (terutama Madinah) dan menerima ijazah dari Ahmad al-Qusyasyi dan Ibrahim al-Kurani, ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan tarekat Syattariyah ke Nusantara. Ia menulis Tarjuman al-Mustafid, tafsir Al-Qur'an lengkap pertama dalam bahasa Melayu, dan mengambil sikap moderat dalam kontroversi wujudiyah, berbeda dengan ar-Raniri. Dikenal dengan takzim sebagai Teungku Syiah Kuala; Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh dinamai menurut namanya. (Sumber: Ensiklopedia Islam TDV 'Abdurrauf es-Sinkili'; Wikipedia Indonesia/Inggris; Wikidata Q3958235.)
Sumber
- TDV İslâm Ansiklopedisi (DİA) · entri “Abdürraûf es-Sinkilî”
Setiap catatan bersumber (Sumber Wajib).
