Masjid at-Taubah menandai tempat Nabi ﷺ salat dalam Ekspedisi Tabuk pada 9 H (630 M), ketika beliau berangkat bersama pasukan sekitar tiga puluh ribu orang. Tidak terjadi pertempuran; Nabi ﷺ tinggal di Tabuk sekitar dua puluh hari, dan masjid ini dinamai demikian karena ayat-ayat Surah at-Taubah yang turun dalam konteks tersebut. Penduduk juga menyebutnya "Masjid Rasul" dan "Masjid Benteng." Bangunan permanen pertamanya didirikan pada masa khalifah Umayyah Umar bin Abdul Aziz. Masjid ini berada di pusat kota Tabuk di samping Benteng Tabuk bersejarah dan terbuka untuk diziarahi hari ini.
Adab Ziarah
Masjid aktif; perhatikan waktu salat, adab masjid dan berpakaian sopan. Benteng Tabuk yang bersebelahan juga dapat dikunjungi; hormati peninggalan bersejarah situs ini.
