Masjid Al-Fadhikh adalah masjid bersejarah sekitar 1 km di timur Masjid Quba, di tepi lembah (persimpangan Jalan Qurban dan Jalan Al-Awali). Dikenal juga sebagai Masjid asy-Syams (Masjid Matahari) dan Masjid Bani Nadhir. Menurut riwayat, Nabi shalat di sini saat pengepungan Bani Nadhir dan menetap beberapa hari. Namanya 'al-Fadhikh' (minuman kurma yang difermentasi) berasal dari para sahabat yang menumpahkan minuman mereka ketika pengharaman khamr diumumkan; sebagian riwayat menyebut ayat pengharaman turun di sini. CATATAN PENTING: al-Fadhikh, asy-Syaikhain, dan Bani Haritha adalah masjid yang berbeda (sebagaimana ditegaskan Madain Project); sumber populer sering mencampuradukkannya dan tidak boleh digabung. Bangunan lama dirobohkan sekitar 2001 dan kini menjadi reruntuhan. CATATAN: mukjizat 'kembalinya matahari' (Radd asy-Syams) adalah riwayat bercorak mazhab dan disajikan secara netral.
Adab Ziarah
Situs ini kini berupa reruntuhan; pengunjung harus bersikap hormat dan tidak merusak sisa bangunan. Jangan dikelirukan dengan masjid asy-Syaikhain dan Bani Haritha. Gunakan bahasa netral dan hormat terkait riwayat bercorak mazhab.
